INILAH CARA BUDIDAYA PERKUTUT LENGKAP DENGAN JENIS PERKUTUT, PENYAKIT,

Cara beternak perkutut, budidaya perkutut, menangkar perkutut       Salah satu budidaya yang menjadi bisnis yang cukup menjanjikan saat ini adalah budidaya perkutut. Perkutut adalah jenis burung yang dikenal akan suaranya yang indah. Pada awalnya jenis burung ini diternakan secara tradisional oleh perseorangan. Namun seiring dengan semakin banyaknya peminat, maka burung perkutut mulai dibudidayakan dalam skala besar untuk memenuhi permintaan pasar.


Karakteristik Burung Perkutut

       Adapun ciri-ciri morfologis burung perkutut antrara lain adalah memiliki tubuh berukuran relatif kecil dengan panjang berkisar antara 20 sampai 25 cm, kepala berbentuk bulat kecil dengan warna abu-abu, paruh berbentuk panjang meruncing, leher berukuran agak panjang, serta jari yang berjumlah 4 buah pada tiap kaki. Bulu perkutut biasanya berwarna kecokelatan dengan variasi warna putih, hitam dan cokelat tua.

Jenis-jenis perkutut yang biasa ditemukan di Indonesia antara lain adalah Perkutut Lokal, Perkutut Bangkok, Perkutut Belang, dan Perkutut Sumba. Meskipun jenisnya berbeda-beda, cara ternak perkutut relatif sama untuk semua jenis. Burung ini juga dikenal akan kebiasaannya untuk hidup berkelompok di alam bebas. Habitat aslinya adalah dataran rendah atau tinggi yang berumput dan berbukit-bukit.


A.    Menyiapkan kandang

     Sama halnya seperti beternak burung-burung yang lain, dimana dalam proses beternaknya membutuhkan kepiawaian dalam menentukan indukan yang baik dan berkualitas. Burung perkutut yang memiliki kualitas suara dan berirama yang merdu menjadi tujuan semuang penangkar burung, oleh sesbab itu para penangkar haru mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri calon induk yang baik dan bagus.

Cara beternak perkutut, budidaya perkutut, menangkar perkututSebelum memulai penangkaran sebaiknya kita mengetahui langhkah-langkah awal sebelum beternak. Di bawah ini akan dijelaskan susunan cara beternak perkutut yang baik, supaya nanti pada hasilnya kita mendapatkan hasil yang maksimal.


1.    Kandang penangkaran

Cara beternak perkutut, budidaya perkutut, menangkar perkututKandang penangkaran dapat dibuat oleh siapa saja, karena bentuk dan ukurannya sangat sederhana. Yang penting burung dikandang dapat terbang dan mengepakan sayap secukupnya. Berbagai model dan desain kandang banyak dikembangkan oleh para peternak. Dari kandang ukuran ideal hingga kandang yang seadanya memanfaatkan sangkar ranji yang berbentuk persegi .


Kandang penangkaran, hal yang perlu diperhatikan dan penting adalah posisi penempatan kandang. Jangan sampai kandang ditempatkan  pada ruang yang tertutup yang tidak terkena sinar matahari langsung. Usahakan penempatan kandang di tempat terbuka atau beberapa jam kandang mendapat sinar matahari langsung, khususnya sinar pagi hari dn jika memungkinkan kandang menghadap ke timur.

Struktur penempatan kandang bisa dilakukan secara berkelompok berhadap-hadapan menjadi satu atap . Bagian tengahnya dapat digunakan sebagai pintu utama. Kondisi ini lebih aman, selama kita dalam kandang karena pintu utama tertutup.

a.Ukuran kandang ideal

       Ukuran kandang mestinya tidak baku tergantung dari lahan yang dimiliki oleh peternak, namun alangkah baiknya apabila akan menentukan keberhasilan ternaknya.

Ukuran kandang ideal bagi penangkaran perkutut ialah tinggi 180 cm, panjang 125 cm – 150 cm atau makin panjang, dan lebar 60 cm – 90 cm. apabila lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk membuat kandang ukuran ideal, dapat juga diperkecil ( T. 150 x P. 100 x L. 50 ) cm. Lantai dapat digunakan pasir, pasir yang bagus adalah pasir pantai yang putih atau pasr yang bercampur dengan batu bata merah yang sudah ditumbuk. Lntai dari semen pun tidak menjadi masalah. Pasir digunakan untuk menjaga kelembapan dan untuk kipu serta asinan burung.

Atap dapat digunakan genting, asbes gelombang, kayu, atau fiber namun yang tidak tembus cahaya. Atap jangan sekali-kali menggunakan seng karena seng dapat menyebabkan suhu kandang menjadi panas sehingga dapat mengakibatkan telur kopyor.

b.Kontruksi kandang

       Kontruksi kandang dapat digunakan kayu, bambu, besi, ataupun aluminium, yang penting kontruksi kandang kuat dan kokoh sehingga dapat menahan beban atap atau yang lain sehingga tidak akan roboh.

c.    Sirkulasi udara

       Dalam penempatan kandang ternak juga harus diperhatikan sirkulasi udaranya, karena burung perkutut termasuk hewan yang menyukai angin sepoi-sepoi. Angin jangan terlalu kencang, apalagi basah. Hal ini dapat menyebabkan tubuh perkutut rentan dan mudah sakit, apalagi bayi piyikan.

Apabila sirkulasi udara tidak baik, pada siang hari suhunya menjadi panas, mengakibatkan suhu dalam kandang akan meningkat, perkutut enggan bertelur dan apabila sudah ada, telurnya akan kopyor. Oleh karena itu, untuk membuat kandang penangkaran, perlu dipikirkan bagaimana mengatur sirkulasi udara.


2.Kandang Perjodohan

       Kandang perjodohan adalah kandang yang digunakan oleh peternak sebelum indukan dilepas di kandang penagkaran. Di dalam kandang ini, sepasang perkutut dilepas, biasanya pasangan yang tidak cocok akan saling mematuk. Selama proses perjodohan, harus selalu diawasi dan diperhatikan. Jangan sampai burung yang masa perjodohan saling berkekahi dan berakibat kematian salah satu indukan. 
Usahakan  kandang perjodohan jangan terlalu lebar. Yang penting, apabila burung saling menyerang, salah satunya dapat terbang dan menghindar, dan juga jangan terlalu sempit kurang lebih tinggi 150 cm, panjang 150 cm, dan lebar 100 cm, atau dapat juga berbentuk bujur sangkar.


3.Kelengkapan kandang

a.Tenggeran

       Dalam kandang dipersiapkan tenggeran dari kayu sebagai tempat hinggap burung dua buah, satu melintang di depan wadah sarang, satunya di tempat yang lain. Jarak dinding sangkar dengan tenggeran sekitar 20 cm. Sehingga apabila burung hinggap di atasnya dan membelakangi dinding sangkar, bulu ekor tidak rusak.

b.Wadah dan bahan Sarang

       Di alam bebas bebas burung perkutut membuat sarang berbentuk cawan yang berasal dari semak-semak belukar, ranting kecil, akar, dan serabut yang sudah kering. Untuk keperluan itu, sebaiknya di dalam kandang disediakan bahan sarang yang berupa rumput kering yang agak halus, sabut kelapa, serat nanas, ataupun bulu ayam.

B.Memilih indukan

    Dalam beternak perkutut tentunya akan selalu menghadapi berbagai masalah. Untuk itu, dipersiapkan mental bagi peternaknya dahulu. Selain mental, dituntut juga lebih sabar dan teliti dalam memilih calon indukan.

1.Memilih induk yang baik

Ciri-Ciri indukan yang baik secara umum, antara lain:

a. Badan bongkok dan agak panjang
b. Kepala agak besar dan berkesan gagah
c. Batok kepala berparit dalam dan panjang
d. Paruh lurus, bagian bawah tebal
f. Lubang hidung sempit dan lurus
g. Mata agak lebar dan tajam
h. Sisik kaki rapi
i. Rongga suara besar
j. Supit renggang dan tebal
k. Warna bulu cerah dan tegas


Ciri fisik perkutut yang baik:

a.Induk jantan

       Dalam menentukan induk jantan, para peternak umumnua memperhatikan fisik, irama suaranya, dan genetisnya. Berikut ini beberapa pedoman sederhana untuk memilih induk jantan dilihat dari segi fisik dan irama suaranya.


1.Fisik

Ciri fisik yang perlu di amati yaitu:

a. Sruktur tulang dada.
Semakin lebar tulang dada, kemampuan bernapas semakin baik sehingga suaranya akan lebih panjang.
b. Struktur kantung suara
Semakin besar kantung suara, semakin baik irama suaranya.
c. Struktur tubuh
Tubuh yang kokoh dan gagah saat bertengger semakin rajin frekuensi suaranya.
d. Bulu 
Bulu y6ang halus dan mengkilat pada dada, semakin halus dan bening suaranya, jika bulu dada halus, tetapi suram suara halus namun serak.


2.Irama suara

Patokan untuk menentukan kualitas suara perkutut secara tradisional, yaitu:

a. Irama suara depan
b. Irama suara tengah
c. Irama suara ujung
d. Induk betina

Beberapa patokan untuk memilih induk betina, antara lain:

3. Postur tubuh harus tegap
4. Struktur tulang dada harus lebar, dan
5. Irama suara disesuaikan dengan suara induk jantan.


C.Berikut ini beberapa tehnik perjoohan calon induk perkutut

a.Bulu sayap direkat

       Sifat perkutut jantan lebih agresif dibanding perkutut betina, bahkan ada yang lebih ganas. Umumnya, saat dijodohkan, perkutut jantan selalu mengejar dan mematuki perkutut betina, dan apabila ini dibiarkan, akan mengakibatkan cedera pada perkutut pasangannya. Untuk menanggulangi hal itu, diupayakan bulu sayap induk jantan kurang lebih 4-5 helai, baik kiri maupun kanan direkat, dengan isolasi atau lebih ekstrem lagi bulu sayap diserit. Hal ini untuk mengurangi daya serang perkutut jantan terhadap perkutut betina dan mengalihkan perhatian.

b.Mengurung sangkar dalam kandang

       Perkutut dimasukkan dalam kandang perjodohan, namun salah satu induk di tempatkan dalam sangkar, kemudian sangkar dimasukkan  kedalam kandang perjodohan. Sebaiknya, induk betina yang berada dalam sangkar. Apabila psangan induk mulai akrab, perkutut yang ada di sangkar dilepas ke kandang perjodohan.

c.Mendekatakan sangkar

       Induk perkutut sebelum dilepaskan dalam kandang penangkaran dipertemukan terlebih dahulu dengan cara mendekatkan kedua induk yang berbeda sangkar. Apabila kedua induk sudah muncul tanda-tanda akrab, segera masukkan ke kandang penangkaran. Cepat lambatnya cara ini tergantung dari sifat kedua induk perkutut.

d.Satu jantan banyak betina

       Cara ini digunakan bagi induk jantan yang memiliki sifat agresif dan ganas. Caranya, satu ekor perkutut jantan dilapaskan pada kandang perjodohan yang telah berisi banyak perkutut betina. Dengan harapan, perkutut jantan dapat memilih pasangannya sesuai dengan selera.apabila perkutut jantan sudah menmukan jodohnya, pasangan induk diambil dan dimasukan kedalam kandang penangkaran.

D. Makanan Perkutut

Pemberian Makanan

       Pakan perkutut  berupa biji-bijian, yang terdiri dari campuran jewawut, ketam hitam, milet, beras merah, gabah merah, canary seed, dan godem. Campuran makanan diusahakan sesuia dengan kegemaran burung., Makanan burung yang baik, keadaannya masih baru dan segar, tidak berbau. Makanan yang sudah lama, jangan sekali kali disodorkan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan burung. Biji- bijian bahan makanan harus dipilih yang berisi, mentes, dan jangan sampai keropos, bebas penyakit, dan bersih.

Pemberian pakan pada burung disesuaikan dengan kebutuhan,  hal ini untuk menjaga kondisi tubuh burung. Burung yang diternakan dengan burung untuk lomba pemberian pakannya berbeda. Konsumsi pakan burung kurang lebih 10 % dari berat badan. Namun, agar tidak kehabisan pakan, sebaiknya diberi pakan yang lebih banyak sebagai cadangan. Begitu juga pemberian minum jangan sampai kehabisan, air minum harus selalu bersih, baru, dan segar.

Pada kandang ternak, sebaiknya diberi pasir, batu-batuan, atau pecahan batu bata merah. Pemberian ini dimaksud agar burung dapat makan batu-batuan/pasir sebagai asinan dan sebagai alat bantu mencerna makanan dan merupakan sumber mineral.

Merawat burung perkutut anakan.

Paduan pakan yang bisa kamu berikan :


1. 70% jewawut dan 30% beras merah.
2. 50% jewawut dan 50% ketan hitam.
3. 35% jewawut, 35% beras merah dan 30% ketan hitam.

Untuk mengetahui kombinasi makanan yang paling disukainya, lihat makanan apa yang paling cepat habis. sehingga kamu bisa sering beri pakan kesukaannya itu sekali dalam dua hari.

Jika kamu berhasil merawat burung perkutut kamu, maka kamu bisa melihat bulu burung perkutut kamu halus dan mulus. Badan yang tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus. Serta sering berkicau dan tidak takut dengan kehadiran pemiliknya dan juga manusia. Kotorannya berbentuk sedikit bulat dan agak keras dengan warna sedikit coklat.

E.Penyakit perkutut

       Merawat burung perkutut terutama kesehatan adalah hal yang utama. Salah satu cara agar kesehatan burung perkutut terjaga yaitu menjaga bulunya supaya bersih selalu dan tidak terserang kutu. Caranya adalah seminggu sekali kamu mandikan dengan air bersih dicampur dengan sedikit campuran anti kutu kemudian kamu jemur burung perkutut kamu hingga kering. Dalam memandikan burung perkutut kamu perlu memandikannya dengan lemah lembut, bisa dengan menyiram dengan dengan semprotan embun atau kamu basahi burung merpati langsung dengan tangan kamu.



Selain kesehatan kulit, maka kebersihan sangkar, pakan dan air minum harus selalu dijaga kebersihannya. untuk melihat bagaimana sangkar, air minum atau pakan yang bersih silahkan lihat di menu burung perkutut, disana kamu bisa lihat bacaan penting sebelum kamu memulai memelihara burung perkutut. Banyak penyakit burung bisa menular dari burung yang satu ke burung yang lain. Untuk itu kamu harus menghindari agar burung perkutut kamu tidak terkena penyakit.

Merawat burung perkutut dengan mengetahui penyakit yang umum menyerang burung perkutut

Sangkar, pakan, dan air minum yang selalu terjaga kebersihannya sebenarnya sudah bisa menghindarkan perkutut dari serangan penyakit. Meskipun demikian, adakalanya perkutut masih juga terserang penyakit. Cadangan dan mencret merupakan contoh penyakit yang kadang-kadang menyerang perkutut.

1. Penyakit cacingan

       Ciri-ciri burung perkutut kamu terkena penyakit cacingan adalah burung perkutut mulai kurus dan ekornya sering bergerak (mungkin karena cacingnya bikin geli ). Jika burung perkutut kamu terkena penyakit ini maka kamu bisa membeli obat AscariStop yang bisa mengeluarkan cacing dari seluruh jenis burung pemakan biji-bijian. Untuk pemberian obatnya, kamu bisa langsung suapkan ke mulut burung perkutut. Obat tersebut kamu berikan kemudian tunggu besok harinya, jika kotoran burung perkutut kamu mengeluarkan cacing, berarti obatnya bekerja. Namun jika tidak keluar cacingnya berikan obat ini satu kali dalam seminggu sampai cacingnya keluar (hentikan pemberian obat ini jika sudah diberi selama satu bulan, karena berbahaya untuk kesehatan burung perkutut jika dikonsumsi terlalu sering).

2. Penyakit Mencret

       Jika kotoran burung perkutut kamu encer dan berbau busuk maka bisa dikatakan bahwa burung perkutut kamu sedang terkena penyakit mencret. Kotoran burung perkutut yang sehat yaitu kotorannya berbentuk dan agak keras, bukan encer. Warna kotoran burung perkutut yang terkena penyakit mencret adalah putih dan hijau. Penyakit mencret bisa menyebabkan menurunnya nafsu makan, berkurungnya bobot badan, dan terlihat lemah dan lesu. Obat yang bisa kamu berikan jika burung perkutut kamu terkena penyakit ini adalah BirdBlown.

3. Penyakit kutu

       Kutuan memang bisa menyerang beberapa jenis burung tertentu. Jika sudah terlanjur, burung perkutut kamu bisa dimandikan dengan air yang telah dicampur dengan daun sirih yang di remas atau bisa juga air cucian beras.

F.Sub-jenis dari burung perkutut adalah :

1.Geopelia Striata 

       yaitu Perkutut belang asli yang terdiri dari burung perkutut lokal dan burung perkutut bangkok yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Sub-jenis burung perkutut ini berasal dari Jawa, Lombok, Bali dan Sumatera.

2.Geopelia Striata Maungeus
       yaitu Perkutut belang atau biasa disebut dengan nama Perkutut Sumba. Sub-jenis burung perkutut ini berasal dari Sumba, Pulau Timor dan Sumbawa.

3.Geopelia Striata Audacis
       yaitu Perkutut belang yang berasal dari Tanimbar dan Kepulauan Kei.

4. Geopelia Striata Papua
       yaitu Perkutut belang yang berasal dari Papua Nugini dan Papua.

5. Geopelia Striata Placida
       yaitu Perkutut belang yang berasal dari Australia Utara dan papua.

6. Geopelia Striata Tranquila
       yaitu Perkutut belang yang berasal dari Australia Tengah.

7. Geopelia Striata Clelaudi
       yaitu Perkutut belang yang berasal dari Australia Barat.

G.Burung perkutut dalam masyarakat jawa

       Dalam budaya Jawa, Perkutut termasuk burung kasta atas sebagai kelangenan (kesukaan) masyarakat. Suaranya yang khas membuat masyarakat selalu tertarik untuk merawat serta memeliharanya. 
budidaya perkutut

Kukila (burung) dalam hal ini Perkutut juga dianggap sebagai kelengkapan seorang pria Jawa sejati, selain Wisma (Rumah), Garwo (Istri), Curigo (Keris) dan Turonggo (Kuda).

Burung yang dalam bahasa latin bernama Geopelia Striata ini dipercaya dapat mendatangkan berkah bagi sang pemilik. Bahkan perkutut jenis tertentu diyakini memiliki kekuatan gaib dan dapat mempengaruhi seseorang yang merawatnya.

1.Perkutut Songgo Ratu

       Perkutut jenis ini memiliki jambul di kepala warna putih seperti mahkota. Kaki, paruh serta bulu berwarna hitam. Kicauan Songgo Ratu juga tak begitu besar namun model lekukkan suaranya seperti Perkutut pada umumnya.

Perkutut Songgo Ratu diyakini mampu menolak santet dan bisa mendongkrak kewibawaan pemiliknya. Burung ini merupakan kelompok kasta tertinggi dalam jenis Perkutut.

2.Perkutut Lurah

       Sesuai namanya, Perkutut jenis ini sering dipelihara orang-orang yang memiliki kedudukan. Dari Perkutut Lurah ini dipercaya memancarkan aura kewibawaan bagi sang pemilik.

Perkutut Lurah memiliki corak warna lurik. Bulu pada bagian dada yang warnanya lebih terang.

3.Perkutut Hitam

       Sesuai namanya seluruh bulu Perkutut ini berwarna hitam. Masyarakat Jawa sering menyebut jenis burung jenis ini sebagai Kol Buntet.

Perkutut Hitam disebut-sebut rajanya perkutut dan sering dikaitkan dengan suatu yang berkaitan dengan hal gaib. Kol Buntet dipercaya memancarkan aura keberuntungan bagi pemiliknya.

4.Perkutut Putih

Sebenarnya Perkutut ini merupakan jenis albino (tak memiliki pigmen warna kulit) sehingga akhirnya seluruh bulu serta kulitnya berwana putih. Seperti hewan albino lainnya, Perkututu Putih memilik paruh serta bola mata warna merah terang.

Jenis ini cukup langka karena fenomena albino merupakan bentuk mutasi yang jarang terjadi. Kendati demikian masyarakat mempercayai Perkutut Putih mampu memancarkan perlindungan bagi pemiliknya. 




     Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat,khususnya untuk diri penulis pribadi dan semoga bisa bermanfaat juga untuk para pembaca sekalian. Mohon dimaafkan apabila ada kesalahan baik dalam informasi yang diberikan ataupun dalam penulisan

Komentar dari anda sangat kami harapkan untuk kemajuan blog ini 



=============================Terimakasih=============================

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "INILAH CARA BUDIDAYA PERKUTUT LENGKAP DENGAN JENIS PERKUTUT, PENYAKIT,"

Post a Comment